Honda GL 100, W-Engine 3 Silinder 456,9 cc

Category :

Honda GL 100, W-Engine 3 Silinder 456,9 cc

 
Muhammad Yusuf Adib Mustofa punya nama panjang. Sepanjang otaknya dalam berinovasi. Ini kali Honda GL100 jadi W-Engine alias 3 silinder! Sebelumnya Vespa 2-tak jadi 4-tak, Vespa V twin, Binter Merzy V twin dan CB V twin.

GL100 3 silinder ini karya ke-5. “Dikasih nama W-Engine, sebab tampak samping seperti huruf W. Namun lebih penting menonjoklan kesan motor turing dimensi mesin besar. Sebab dipakai turing long trip,” buka Yusuf yang sudah tes ke Bengkulu.

Yuk intip ubahannya.

SETANG NAIK-TURUN BARENG
Mengubah GL100 jadi 3 silinder pasti sulit. harus total. Crankcase kiri masih menggunakan asli pabrik karena dianggap ada nomer mesin. Kemudian dibuatkan 3 lubang untuk masuknya boring. Lebar karter ditambah 3 cm dimasudkan agar kruk as dan 3 setang seher bisa masuk. Untuk tambal sulam crankcase pakai teknik las babet aluminium.

Konstruksi mesin W 3 silinder memang ribet. Supaya silinder depan tak terlalu ke bawah, posisi girboks dibikin mendongak. Supaya oli di silinder depan bisa turun menuju karter. Posisi sudut antar silinder dibikin 55 derajat.

Yusuf gak mau mengubah desain crankcase asli. Makanya kruk as Binter Merzy ditipisin. Caranya bandul kruk as dipapas 4 mm agar bisa masuk di crankcase.

Untuk 3 setang seher menggunakan milik Yamaha Jupiter MX. “Antar setang dikasih jarak ring kuningan,” papar pemilik bengkel Semangat Putra Motor (SPM) di Jl. Sultan Agung No. 8, Karang Klesem, Purwokerto.

Setang piston dipasang berjajar lurus dalam satu pen kruk as. Naik-turun bareng. Sedang gigi sentrik rantai keteng dibuatkan adaptor agar berfungsi normal.

Termasuk dibikinkan jalur oli silinder baru. Juga pompa oli masih mengguna­kan standar. Hanya daleman dimodifikasi supaya oliran pelumas lebih kencang.

SEMI RADIAL ENGINE
Mesin W 3 silinder sejajar menggunakan blok dan silinder dari Mio Sporty. Lengkap hingga mekanisme rocker arm dan noken as. “Memakai komponen yang mudah dicari spart part-nya,” cuap ayah dari Nada Fitria Ramadhani 5 tahun ini.

Desain mesin dengan sudut 55 derajat pada masing-masing jarak sindernya ini juga memakai perhitungan. “Getaran lebih minim, apalagi karakter mesin tiga silinder terkenal memiliki getaran berlebih. Dengan sudut 55 derajat getaran minim dan halus. Malah disebut sebagai mesin semi radial kata teman saya dari Amerika. Kalau yang radial murni memiliki jumlah 5 silinder seperti mesin pesawat terbang kuno,” jelas pria enerjik ini.

Dipilih menggunakan blok dan head Mio karena bisa dipasangi seher besar. Dipilih menggunakan piston Suzuki Thunder 125 oversize 100 punya diameter 58 mm. Dipadukan dengan stroke dari kruk as Binter Merzy standar 58 mm. Jadinya volume satu silindernya 153,2 cc. Kalo dikalikan 3 total 456,9 cc.

PENGAPIAN SERBA 3
Paling penting dari pengapian adalah mengatur sudut antar silinder. Pemasangan pulser sudutnya dibikin beda-beda. Pasang pulsernya sendiri letaknya yaitu di kruk as kiri, kanan dan magnet.

Pembacaan dari sensor pulser dite­ruskan ke CDI Shogun. Masing-masing silinder disuplai CDI dan koil yang berlainan. Jadi total ada 3 koil dan 3 CDI. Busi sudah pasti 3 pula.

RASIO DAN STARTER
Rasio dipilih menggunakan punya Mega Pro karena dirasa paling tebal dan kuat. Kampas koplingnya pakai 6 lapis dan rencananya pakai 7 karena masih selip.

Sedangkan untuk menghidupkan mesin dipasang motor starter dari Tiger. Posisinya dipasang di bawah silinder paling depan. Karena tempatnya dimana-mana sudah penuh.

Honda Supra Fit, Cukup Main Kaki-Kaki Gambot

Category :


 Enggak masalah buat harian dan turing!
Bam-Bam, begitu pemilik Honda Supra Fit lansiran 2004 ini ingin disebut. Sejak dulu, pria yang tinggal di Cengkareng, Jakarta Barat ini paling anti modifikasi bodi. Doi lebih pilih bermain kaki-kaki saja!

“Saya lebih pilih membuat motor itu makin nyaman dipakai,” ujar pria 39 tahun itu. Pertemanannya dengan Rudi Gunawan yang owner rumah modif Berkat Motor, membuat kaki-kaki Supra ini menjadi kekar. Apalagi, part yang dipakai kebanyakan dari limbah.

Misalnya, sok depan! Peredam kejut teleskopik yang diusung, mengadopsi milik Kymco 600i. Sok yang punya diameter as 35 mm itu memaksa Rudi custom segitiga. Jadi, sok pun bisa terpasang sempurna.

Meski sok bawaan 600i ini sudah dilengkapi dudukan buat dobel kaliper, tapi Rudi dan Bam-Bam sepakat hanya mengusung satu cakram pengereman. Yaitu, sisi kiri saja.

Sok dari big scooter itu makin terlihat kokoh setelah pelek Grimeca Honda yang dicomot dari Honda NSR 125 Hornet ikut dipasang. "Pelek depan ukuran 2,15x17 sedang pelek belakang 3,5x17," timpal Rudi dari workshopnya di Jl. Ciledug Raya, No. 1, Kreo, Cildeug, Tangerang. 

Honda Tiger Revo, Mau Sangar Tapi Genit

Category :

Honda Tiger Revo, Mau Sangar Tapi Genit

 
Secara tampilan, modifikasi Honda Tiger Revo ini bertampang sangar dan cukup bikin mata pedas. Dalam arti eye cachting alias bikin mata melirik. Sebab modifikatornya ingin menonjolkan konsep street fighter (SF) namun klimis. Juga memberi kesan tak selamanya gahar, tapi bisa tampil bak pesolek.

Tak salah kalau Siswo Winoto, builder yang mengibarkan benderan Win’s Paddock (WP) dari kota mendoan, Purwokerto ini sangat menonjolkan warna oranye dan paduan grafis ciamik pada motor milik Rendy asal Purbalingga, Jawa Tengah.

“Warna oranye memberikan kesan ceria, tidak melulu mengumbar kesan gelap ala SF. Biar meriah,” buka Wiwin, panggilan akrab builder yang buka gerai di Jl. Sunan Ampel No. 5, Pabuaran, Purwokerto ini.

Memang Wiwin sengaja pilih kelir yang dominan oranye. “Sebab warna ini bisa menghidupkan bentuk bodi secara dinamis, apalagi dipadu dengan hitam pada bagian bawah termasuk kelir pelek,” jelas bujang yang lagi gila main sepeda downhill ini.

Warna ini hasil kombinasi racikan Sikkens oranye metalik termasuk polirednya. Oranye memberi kontras warna yang bagus dengan paduan hitam doff. Sehingga matching dan menarik.

Untuk konsep ubahan bodinya, Wiwin terinspirasi membuat SF fungsional. Maksudnya enggak memakai konsep buntung. “Untuk bagian ini lebih kepada kemauan konsumen, kalau mau buntung pun digarap. Konsemen adalah raja, ini yang membuat konsumen nyaman, bisa order sesuai permintaan,” ujar cowok modis ini.

Termasuk bagian lain seperti bentuk deltabox dan lain-lain. Bagian ini lebih mengacu pada nilai proporsional bentuk. Seperti deltabox palsu gambot dan sepatbor kolong pada bagian belakang.

Begitu pun kaki-kaki, tidak memaksakan kepada pemilik motor untuk membeli limbah moge. Untuk tampil sangar tidak harus mahal dan wah.

“Kaki-kaki semua pakai barang lokal, mulai pelek, monoshok belakang dan peranti lalu lintas lainnya. Menurut saya, komponen sederhana namun bisa menjadi luar biasa itulah yang bikin puas dalam modifikasi. Dan tentu saja low budget,” curhat Wiwin yang gape karate ini.

Detail juga diramu mendukung konsep. Seperti grip gas dan krom mesin yang memberikan kesan clean. (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 120/70-17
Ban belakang  : Swallow 140/60-17
Sok depan  : Variasi
Sok belakang  : Satria 120
Pelek  : Power
Headlamp  : Revo
Stoplamp  : Honda Revo
Swing arm  : Handmade
Setang  : Renthal
WP  : 0815-4888-6755

keberanian dan keyakinan

Category :

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Category :

pria sejati

Category :

Pria sejati bukan dia yg punya banyak wanita dalam hidupnya, namun dia yang menolak banyak wanita hanya demi wanita yang dicintainya.

love

Category :

Mencintai adalah menerima apa adanya orang yang kita cintai. Lihatlah itu sebagai anugerah dan berkat.