Yamaha Mio Sporty, Konsep Trio Macan

Category :

Yamaha Mio Sporty, Konsep Trio Macan

 
Oooo oooo... Iwak peyek (iwak peyek). Itu potongan lagu dangdut Iwak Peyek dari Trio Macan yang tengah booming di berbagai daerah tanah air. Dengan syair lagu yang sedikit jenaka, berbagai kalangan fasih akan lirik lagu tersebut. Seperti halnya dengan Maman, owner Yamaha Mio Sporty ini. Lho, apa hubungannya dengan lagu dangdut dengan modif?

Tentu ada dong? Itu tema cutting sticker yang diterapkan Chedonk, panggilan akrab Maman. “Tema yang dipilih musik dangdut. Karena musik favorit saya,” kekeh Chedonk.

Menurut Chedonk yang pemilik toko M2V di Jl. Merdeka Utara, samping jalan Tol, Ciledug, Cirebon itu, konsep yang diinginkan itu tidak sampai merogoh kantong dalam.

Cukup main stiker, apalagi toko variasi milik Chedonk kebanyakan menjual stiker. Supaya eye catching, langkah pertama yang dilakukan melabur semua cover bodi dengan unsur ngejreng.

Dipilih kelir oranye hasil karya Conk Airbush, di Jl. Pangeran Drajat, Cirebon. Kemudian aksen pemanis tema cutting sticker diterapkan. Saat ini proses pemasangan masih order dari XS Sticker, di Karanganyar, Solo.

Potongan stiker pun serba berbau dangdut. Seperti di batok lampu terdapat tulisan Dangdut Yahud. Serta di beberapa bagian bodi didukung gambar not balok yang melambangkan naik-turunnya nya-yian dangdut.

Pada sayap kanan-kiri terdapat tulisan Let Dance and Enjoy. Sedangkan di bodi belakang kanan-kiri dijumpai kalimat Dangdut Is The Music of My Country.

Lantas untuk penunjang tampilan, beberapa part variasi menempel pada skubek ini. Mulai dari pemasangan pelek diameter 17 inci, hingga dobel cakram depan dan belakang. Tujuannya hanya sebagai pengisi ruang agar tidak terlihat kosong.

Dengan tampilan skubeknya saat ini, Chedonk makin pede untuk memajangnya sebagai display toko. Karena impian memiliki skubek bervariasi sudah terwujud. Apalagi mengusung tema dari musik dangdut favoritnya.

 Joget asoy..!! (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Pelek: Comet
Ban depan: Primax 60/80-17
Ban belakang: Primax 70/80-17
Sok depan: X-speed
Sok belakang: Racing One
Knalpot: CLD

Honda CBR 250R, Pertama dan Harus Beda

Category :

 
Hendra Wijaya ingin motornya terlihat tampil beda, maklum Honda CBR 250R ini motor sport pertama yang hadir di garasi rumahnya. “Saya pengen motor pertama saya ini terlihat beda dari orang lain,” buka Hendra yang juga bergabung di CBR Club Indonesia.

Karena ini motor pertamanya, jadi Hendra masih bingung menentukan konsep modifikasi yang diinginkan. So, doi mengandalkan internet buat mencari ide modifikasi. Tapi itu hanya sebatas refensi doang. Sebab buat mewujudkan ide yang ada di benak kepalanya, rembukan lagi bareng Steven.

Fairing dirancang ulang lagi dari fiberglass. Modelnya dibikin mirip Honda CBR 600F. Jadi, kesan CBR series-nya tidak hilang,” aku Steven yang punya workshop di Layz Motor di Jl. Pesanggrahan, No. 8 Jakarta Barat.

Buat side cover alias bodi tengah, juga dibikin pakai bahan yang sama. Ha­nya saja, Steven mengkombinasikan cover bodi itu dengan desain deltabox. Pemasangan deltabox alias rangka tengah ini buat beri kesan gagah.

Tapi sayangnya karena bodi dan deltabox dilabur dalam corak yang sama, maka kesan deltabox justru tak menonjol, lho. Mungkin, cerita akan lain jika sisi ‘sasis’ tambahan itu dilabur dengan warna terpisah. Pastinya, bisa lebih dominan.


Lanjut! Meski mengusung konsep moge, tapi Hendra tetap ingin CBR 250R miliknya bisa dipakai buat bawa boncenger. Mengakalinya, jok yang bertumpu di bodi belakang standar itu hanya ditu­tupi cover jok. Sehingga kesan single seater tetap muncul.

Menurut Hendra juga Steven, enggak lengkap kalau ubahan yang dilakukan tak bermain di kaki belakang. Akhirnya, leng­an ayun standar CBR dipensiunkan dan diganti pakai swing arm milik Honda CBR 600F. Kesan pacuan sporty yang kokoh pun muncul.

Biar terlihat makin tampil beda, urusan cat dipilih kelir merah yang dikombinasi grafis biru mudah dan biru tua. “Warna ini juga hasil browsing di internet. Terinspirasi Ducati Martini. Selain itu, biar sesuai dengan STNK,” tutup Hendra yang bertubuh atletis ini.  (motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
Ban depan : IRC 110/70-17
Ban belakang : IRC 140/70-17
Knalpot : Akrapovic
Spion : Noso
Handgrip : Bikers

Nih Daftar Matik Terlaris di 4 Bulan Pertama 2012

Category :


Penjualan sepeda motor jenis matik di Indonesia makin besar. Dari total pasar selama Januari hingga April 2012 yang mencapai 2.572.976 unit, komposisi matik mencapai 56,88 persen atau 1.463.397 unit. Mau tahu model apa yang paling laris?

Yuk langsung buka data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Beberapa model baru banyak yang muncul di awal 2012 ini, hasilnya cukup merubah posisi matik terlaris pada tahun 2011 silam.

Ada model yang sudah discontinue tapi masih tinggi penjualannya seperti Yamaha Mio Sporty atau Honda Vario Techno 110. Di dua bulan awal 2012, keduanya masih cukup tinggi distribusinya ke pasar.

Ada juga model-model baru yang secara distribusi baru berjalan kurang dari tiga bulan seperti Yamaha Soul GT atau Vario Techno 125 PGM-FI, jadi jangan kaget kalau posisinya belum berada di barisan atas skubek paling laris.

Beberapa model yang memiliki varian casting wheel atau pelek model palang dan pelek jari-jari sengaja dijadikan satu. Selain itu perbedaan varian warna juga tidak dipisah, seperti Yamaha Fino yang memiliki varian sporty, classic, fashion sengaja dijadikan satu.

Tapi khusus model yang memiliki varian karburator dan injeksi, datanya ditampilkan secara terpisah. Seperti pada Honda Spacy Helm In yang ternyata penjualan model injeksinya jauh lebih banyak ketimbang versi karburator.

Dan hasilnya, di empat bulan pertama tahun 2012 Honda BeAT memimpin pasar sepeda motor matik. Rival terberatnya Yamaha Mio memang sedang dalam masa transisi dari Sporty ke Mio J.

Honda Vario Techo 125 juga mencapai hasil yang baik. Meski baru dua bulan dipasarkan tapi permintaanya sudah tembus 117.403 unit. Yang menarik adalah, penjualan Yamaha Fino yang sementara ini masih mengungguli Scoopy dengan total penjualan 78.538 unit, sedangkan Scoopy hanya 65.903 unit. (motorplus-online.com)

Penjualan Matik Januari-April 2012 (data AISI)
Honda BeAT : 434.724
Yamaha Mio J : 171.207
Yamaha Mio Sporty : 119.223
Honda Vario Techo 125 : 117.403
Honda Vario Techno 110 : 115.291
Honda Vario CW : 90.819
Yamaha Mio Fino : 78.538
Honda Scoopy : 65.903
Honda Spacy Helm In Injeksi : 54.816
Yamaha Xeon : 53.731
Suzuki Nex : 46.842
Yamaha Mio Soul : 45.547
Yamaha Soul GT : 37.076
Honda Spacy Helm In : 23.123

White Car Community: Komunitas Mobil Putih

Category :

white car community 3 460x305 White Car Community: Komunitas Mobil Putih
JAKARTA (DP) — Komunitas otomotif di Indonesia kini bertambah semarak dengan terbentuknya sebuah komunitas pecinta mobil warna putih. Mereka menamakan dirinya White Car Community.
Pada  6 Mei 2012, bertempat di area parkir depan Jakarta Convention Center, White Car Community dideklarasikan oleh 18 pecinta mobil putih dari beragam jenis mobil. Mereka menggunakan mobil Suzuki Swift, Honda Jazz, Volvo, Daihatsu Terios, Kia Sportage, Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, Toyota FJ40 Hardtop, dan lain-lain.
Komunitas ini berawal dari diskusi-diskusi di forum online Kaskus dan kemudian berlanjut lebih intensif di milis whitecar@yahoogroups.com. Akhirnya berhasil menarik minat puluhan pecinta mobil warna putih dari beberapa kota di Indonesia.
Menurut Ican, salah satu pengguna mobil putih yang ikut hadir, memiliki mobil putih. merupakan sebuah tantangan tersendiri karena lebih mudah kotor sehingga harus. Dia harus lebih rajin mencuci mobil dan. memberikan perawatan khusus terhadap cat mobil.
Dengan hadirnya White Car Community diharapkan para pecinta mobil putih dapat saling bertukar pengalaman dalam memelihara mobil putih. Pada deklarasi ini telah disepakati untuk menunjuk Ican sebagai Koordinator Sementara komunitas ini.
“Warna putih identik dengan kebersihan, kesucian, dan kebaikan, jadi diharapkan komunitas mobil putih dapat menjadi jaringan kebaikan yang memberikan dampak positif bagi semua pihak” ujar Ican, yang diamiini oleh para anggota.
Dalam acara deklarasi tersebut Komunitas telah menyepakati beberapa agenda kegiatan ke depan. Untuk informasi lebih lanjut tentang White Car Community dan Anda ingin bergabung dengan mengunjungi websitenya. [dp - Chandra Yulistia]

Honda Dream Yuga 2013 Tawarkan Harga Murah

Category :

HondaDreamYuga 4 460x306 Honda Dream Yuga 2013 Tawarkan Harga Murah
NEW DELHI (DP) — Honda Dream Yuga 2013 diposisikan sebagai sportbike entry level dengan harga yang terjangkau. Honda Motorcycles and Scooters India (HMSI) menawarkan New Dream Yuga dengan paras minimalis.
Honda Dream Yuga 110 ditawarkan dengan rentang harga 44.642-48.125 Rupee atau Rp 7,6-8,2 juta. Peluncurannya dihadiri oleh artis Bollywood Akshay Kumar sekaligus sebagai ambassador Honda India.
Ditopang dengan mesin single-cylinder 109 cc mampu menghasilkan tenaga 8,5 hp pada 7500 rpm dengan torsi 9 Nm pada 6000 rpm. Mesin ini digabungkan dengan transmisi 4-speed. Pabrikan mengklaim konsumsi bahan bakar 1 liter untuk 72 kilometer.
Sepeda motor ini diracik pada pabrik HMSI di Manesar, India. Mulai dijual pada Juni 2012. [dp/Wyu]

Touring Rajawali Adventure From Zero to Bromo

Category :

Aceh-Honda MegaPro Club Indonesia (HMPCI), punya cara yang cerdas untuk mempersatukan seluruh anggotanya. Salah satunya dilakukan dengan acara bertajuk Touring Rajawali HMPCI From Zero (Sabang) to Bromo. Sebuah rangkaian touring menyusuri wilayah Sumatera menuju Sabang (titik 0 km Indonesia) dilanjutkan ke Bromo, Jawa Timur dengan motor Honda MegaPro.

“Inilah touring terjauh yang dilakukan klub motor MegaPro di Indonesia, sebanyak 9 orang ke Sabang lalu ke Bromo,” ungkap Rahman Ibrahim, ketua panitia gelaran Touring Rajawali. Dapat dikatakan gelaran ini memecahkan rekor touring berkelompok terjauh yang pernah dilakukan HMPCI.

Gelaran yang mulai dilakukan 1 Juli – 23 Juli 2010 ini menurut Ifan adalah murni program kerja pengurus pusat HMPCI. Tujuan gelaran ini menurut Rusli Ifan, ketua umum HMPCI adalah untuk memupuk rasa persaudaran antar anggota dan juga antar klub motor yang ada di seluruh daerah yang dilewati. “Mendekatkan anggota dengan seluruh dealer Honda yang dilalui peserta touring di wilayah Sumatera dan Jawa,” ungkap Ifan yang berprofesi sebagai fotografer ini.

Pemilihan kata Rajawali sebagai ikon touring menurut Ibe sapaan akrab Rahman Ibrahim,”Kita pakai lambang Rajawali karena MegaPro pakai lambang Rajawali. Rajawali itu  adalah burung yang memiliki kemampuan melihat yang tajam,” ungkap Ibe. Selain itu alasannya, Rajawali dipakai sebagai logo HMPCI. Dengan melintasi beragam daerah yang indah di Indonesia ini, diharapkan seluruh anggota HMPCI dapat lebih memupuk rasa kecintaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bhineka Tunggal Ika!

Yang menarik adalah HMPCI yang memiliki 37 chapter di Jawa, Sumatera, Bali dan Sulawesi ini melibatkan 8 orang dari beberapa chapter (Medan, Jambi, Lampung, Tangerang dan Depok) dan satu orang dari Jogjakarta MegaPro Club (JMPC). Masing-masing peserta yang ikut ajang ini wajib membawa misi untuk memperkenalkan daerahnya pada seluruh anggota HMPCI. Salah satunya melalui cindermata yang dibawa Azhar dari HMPCI Medan, yang membawa kain ulos.



Source : Bro Rahmat Sadeli (FB HMPC Indonesia)
Editor : Bro Dede Satibi

nama aku

Category :

DRIS MUZAIDI